Sales Dipaksa Makan Terasi Karena Tidak Capai Target Menjadi Viral

Sebuah hukuman harus dilakukan para sales sebuah perusahaan smartphone jika tak penuhi target penjualan. Sales dipaksa makan terasi.

Tak main-main, hukuman itu berupa makan terasi berukuran cukup besar dan harus direkam untuk dikirim ke grup WhatsApp perusahaan.

Seorang sales yang pernah menerima hukuman itu, Gemilang mengatakan perintah itu diberikan oleh supervisornya melalui grup.

Gemilang yang bekerja di daerah Tuban ini juga menunjukkan bukti percakapan tersebut.

“All target hari ini 40 unit ya rek.

Tuban kota= 22/30
Pantura= 3/10

Yang gak achive mamam trasi.

Kalau achieve saya yang mamam trasi.

Semangat jumat berkah,” perintah yang diterima oleh Gemilang.

kabar terupdate - Sales Dipaksa Makan Terasi Karena Tidak Capai Target Menjadi Viral

Selain terasi, adapula rekannya yang pernah menerima hukuman seperti makan bawang mentah, belimbing, hingga cuci muka dengan kopi.

Gemilang mengatakan hukuman ini mulai berlaku pertengahan tahun 2018.

“Menurut saya itu tidak manusiawi mas,” ujar Gemilang.

“Perintahnya instruksi dari grup, dalam bentuk video nanti dikirimkan kembali ke grup tersebut,” tambahnya.

Gemilang menambahkan instruksi itu diberikan oleh supervisor hingga trainer.

Sementara itu, menanggapi pengaduan yang telah sampai ke pihak kepolisian, AKP Mustijad Priyambodo selaku Kasat Reskrim Polres Tuban mengatakan saat ini kasusnya tengah diselidiki.

Baca juga : Kisah Trauma Pramugari EVA Air,Membantu Menarik Pakaian Dalam Penumpang

“Sampai dengan saat ini, selanjutnya kita sudah memeriksa korban ataupun saksi-saksi yang lainnya untuk menguatkan, untuk kebenaran persekusinya nanti kita perdalam lagi penyelidikan,” ujar Mustijad.

Mustijad mengatakan pihaknya juga akan memanggil supervisor yang memerintahkan hukuman itu.


Klarifikasi Perusahaan

Diberitakan Surya, perusahaan tempat sales itu bekerja menyesalkan peristiwa itu bila benar terjadi karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan.

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, melalui pernyataan tertulis yang dikirim ke redaksi Surya Online, mengatakan bahwa perusahaannya sedang menelusuri laporan dugaan perlakuan tidak menyenangkan tersebut.

“Kami sedang menelusuri laporan dugaan perlakuan tidak menyenangkan terhadap staff sales kami di Tuban pada 26 Februari 2019. Kejadian tersebut, jika benar, sangat bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan,” kata Aryo Meidianto, Kamis (28/2/2019).

Baca juga : Kisah Viral Ayah Gantikan Wisuda Putrinya yang Meninggal

“Kami menanggapi laporan ini dengan serius dan telah memulai investigasi internal untuk kejadian ini. Kami juga telah memberikan skorsing terhadap supervisor yang terlibat dalam kejadian tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan,” tulisnya.

Dia juga menegaskan bahwa perusahaan menghormati dan menghargai semua karyawan dan berusaha untuk memastikan seluruh kegiatan operasi sesuai dengan hukum dan peraturan setempat.

Baca juga tips yang akan membantu anda di misterkabar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *