Momen yang terjadi sebelum Kemerdekaan Indonesia

Sejarah tidak akan pernah lepas dari kehidupan seseorang, termasuk dalam kehidupan kita. Sejarah dapat berupa pengalaman, kenangan, ataupun peristiwa yang terjadi pada masa yang telah lewat atau masa lampau.

Salah satu sejarah penting yang perlu ketahui adalah sejarah kemerdekaan Indonesia…

Setelah teks Proklamasi dibaca oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, Indonesia telah resmi merdeka. Meskipun sudah 72 tahun, tentunya kita harus selalu bersyukur dan mengetahui seperti apa perjuangan para pahlawan untuk mendapatkan kemerdekaan ini Teens.

Momen-momen penting sesaat sebelum Proklamasi pun tentunya harus kita ketahui ni, agar kita bisa mengerti seperti apa semangat para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan.

Berikut ini momen-momen penting sebelum Proklamasi yang harus sobat ketahui.

Pengeboman Kota Hiroshima dan Nagasaki yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Hiroshima merupakan kota pertama yang dijatuhi bom atom pada tanggal 6 Agustus 1945 dan disusul oleh Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. 

Bom atom ini menewaskan sekitar 130 ribu jiwa yang terdiri dari tentara dan warga sipil. Peristiwa inilah yang menjadi alasan tentara Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 dan menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Momen bersejarah sebelum Kemerdekaan Indonesia adalah Jepang Menyerah Kepada Sekutu dan Dibentuknya BPUPKI dan PPKI

Kekalahan Jepang kepada Sekutu di Perang Dunia Kedua ditandai setelah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. 

Berita kekalahan Jepang pun disambut baik oleh para rakyat Indonesia untuk segera memproklamasikan diri dan segera bebas.

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai didirikan sebagai persiapan kemerdekaan Indonesia dengan dipimpin oleh Radjiman Wedyodiningrat. Setelah itu BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. 

Momen selanjutnya adalah Pertemuan tokoh perjuangan Indonesia dengan Jepang di Dalat, Vietnam

Selang tiga hari setelah pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki yaitu pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang mengundang Indonesia ke Dalat untuk membahas kemerdekaan Indonesia. Jepang diwakili Marsekal Terauchi dan Indonesia diwakili tiga tokoh perjuangan yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Jepang mengatakan bahwa Indonesia bisa memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 24 Agustus 1945. Adapun persiapannya akan dilakukan oleh sebuah panitia yang diberi nama Dokuritsu Junbi Inkai yang berarti Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dimana sebelumnya pada tanggal 1 Maret 1945 telah dibentuk Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Setelah itu pecahlah Peristiwa Rengasdengklok

Golongan pemuda dan golongan tua dari para pejuang dulu sempat memiliki argumen panas menanggapi kapan seharusnya Proklamasi dilakukan. Golongan muda seperti Sutan Syahrir, Wikana, Chaerul Saleh, Sukarni selalu mendesak agar Proklamasi segera dilakukan. Mereka ingin mendapatkan kemerdekaan dengan perjuangan sendiri dan bukannya karena hadiah dari Jepang.

Pada 16 Agustus 1945 dini hari para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Para pemuda ingin kembali meyakinkan Soekarno dan Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan dan tidak terpengaruh dengan Jepang. Mereka meyakinkan bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu dan itu adalah saat yang tepat untuk segera merdeka.

Ahmad Subardjo pun datang ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta serta memberi keyakinan kepada para pemuda bahwa Proklamasi akan dilakukan tapi tak boleh tergesa-gesa. Ia juga menyebutkan bahwa Proklamasi akan dilakukan pada 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 siang.

Dan momen yang Terakhir adalah Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan

Perundingan mengenai naskah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di rumah Laksamana Maeda pada tanggal 16 Agustus 1945 malam hari.

Penyusunan teks proklamasi dilakukan oleh Soekarno, Moh.Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh tokoh golongan muda yaitu Sukarni, B.M. Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik.

Setelah selesai merumuskan teks proklamasi dan disepakati oleh para tokoh yang hadir, naskah diketik oleh Sayuti Melik dan ditanda tangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Pada rencana awal, pelaksanaan pembacaan teks proklamasi akan diadakan di Lapangan Ikada, namun dengan segala pertimbangan dan alasan keamanan dan ketertiban, akhirnya diputuskan untuk dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta yang merupakan kediaman Ir. Soekarno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *